69 Books in Singapore
Kalau dipikir-pikir, saya termasuk orang yang belum pernah punya target. Saya ingin punya IP 4.0, tapi jika menelusuri tiap sel di organ hati saya maka ada akan suara kecil yang berkata “itu mimpi belaka.”
Setiap kali membuka sintesis jantung saya berdetak bak menggebrak meja untuk berkata bahwa mimpi ini bisa menjadi nyata. Tapi sayang hingga saat ini gebrakan meja selalu diikuti punggung yang bersandar ke kursi dengan wajah yang menunjukkan rasa kecewa.
Tapi hidup tak berakhir setiap kali rasa kecewa itu muncul. Kalau iya berarti saya memiliki nyawa yang jauh lebih banyak daripada nyawa yang dimiliki oleh kucing; kucing memiliki 9 nyawa kata mereka.
Seperti memutuskan mau makan apa malam ini saya memutuskan untuk membuat target baru: 69 Books in Singapore.
69 buku dalam waktu 3 bulan memang sedikit ambisius, apalagi untuk orang seperti saya. Tapi setelah berbincang dengan seorang teman akhirnya angka ini terpilih hanya karena terlihat bagus. hahaha! Target baru ini muncul setelah iseng memasukkan sebuah judul buku ke dalam komputer perpustakaan NUS; tidak berharap banyak, ternyata bukunya ada! Baru pertama kali saya memegang buku dan merasakan sebuah perasaan yang orgasmik. Dan sebagai manusia biasa yang memiliki hormon seperti manusia lainnya, saya berusaha untuk mencapai orgasme ke-dua setelah yang pertama; meminjam lagi… dan lagi…
Untuk sementara saya sudah mulai membaca 5 buku (sedikit curang, 3 diantaranya text book):
1. Introduction to Econometrics. Stock, Watson
2. Cost & Benefit Analysis. Boardman, Greenberg, Vining, Weimer
3. Statistics for Business and Economics. Newbold, Carlson, Thorne
4. After Dark. Haruki Murakami
dan satu buku yang sudah selesai saya baca
after the quake, yang juga karangan Haruki Murakami
Saya tertarik untuk meminjam buku ini karena salah satu teman saya dari kelas Japanese Pop Culture in Contemporary Japan menyebut judul buku ini ketika berjalan dari perpustakaan menuju kelas tutorial.
Setelah selesai membaca buku ini saya hanya bisa berkata bahwa buku ini salah satu buku teraneh yang pernah saya baca; kumpulan cerpen mengenai berbagai karakter yang memiliki keterkaitan dengan gempa yang melanda Kobe. Fiksi. Dengan karakter-karakter aneh seperti katak yang menyelamatkan Tokyo ataupun seseorang yang merasa dirinya anak Tuhan. Dikemas dengan sangat sederhana. Tetap saja di akhir setiap cerpen saya selalu berkata “ha?!”
Saya tidak paham makna dibalik setiap ceritanya. Atau mungkin saya yang berpikir terlalu jauh karena sebenarnya memang tidak ada.
after the quake dengan segala keanehannya tetap membuat saya membalik halaman terus menerus kecuali saat saya tertidur di kursi perpustakaan yang nyaman.
Sekarang lanjut ke buku berikutnya. Semoga target kali dapat tercapai sebelum kembali ke Jogja!


aku masih menyimpan janjimu soal sumber2 berkaitan dengan Japanese Pop culture!!!!
Jangan lupa! hahaha
haha aku kangen sama post di blogmu yg selalu sarkatis. 69 buku? waw. ambisius. haha gdluck yan. btw aku pernah baca haruki murakami kalo ga salah judulnya norwegian wood, tapi enggak mudeng. hahahaa.