#6: Louis Vuitton: Art, Fashion, and Architecture
“Doing things by yourself is-well, it’s masturbating. It’s not nearly as exciting as doing it with somebody else.” Marc Jacobs
Mungkin kali ini sedikit curang, karena buku ini tidak benar-benar saya baca. Hanya saya lihat gambar-gambarnya saja, satu-per-satu. Bukunya berisi 400 halaman dengan ukuran yang sangat besar; panjang bukunya sekitar 30cm. Louis-Vuitton: Art, Fashion, and Architecture memaparkan paran seniman dan karya mereka yang pernah berkolaborasi dengan LV.
Buku ini membuat saya dengan seketika menulis di dinding buku wajah Maharsi Wahyu Kinasih, “kin… bar aku mulih bikin ad campaign buat Ticex Bagz yok. hahahahaha”
Buku ini membuat otak saya meledak-ledak dengan imajinasi. Argh, melihat buku ini membuat saya ingin orgasme. Jika saya mampan nanti, saya ingin buku ini harus ada di rak buku saya.
…
…
…
… Atau jika mimpi itu benar-benar bisa menjadi nyata, saya ingin ada di dalam buku Louis Vuitton berikutnya…


curaaannnggg
dibaca full dong dong dong
hahaha
pada suatu hari seorang owner tcxbgz bilang ke saya:
“fu si ian ki rodok aneh yo? mosok nge-wall kinkin jare arep nggawe ad campaign nggo ticexbagz. padahal kan aku ra tau omong2. njuk taktanggepi njuk malah comment2an tekan saiki. njuk kinkin bales ngomen jare ra melu2. aku kan bingung.”
LOL. now i know the reason.
hahaha… lagi nyari buat tugas, hubungan fashion+architecture. eh..nemu blog mu ian…. -.-”